Mengenal Fitur Dual Mode Mobil Listrik BYD

Mengenal Fitur Dual Mode Mobil Listrik BYD

BYD kemalkan inovasi pengembangan teknologi Dual Mode. (BYD)--

Perjalanan tersebut terus berlanjut sepanjang 2025 melalui kehadiran berbagai lini kendaraan BYD lainnya dan sub-premium brand DENZA, yang turut memperluas pilihan mobilitas elektrifikasi di tanah air. Pencapaian ini membawa pangsa pasar EV terus meningkat di tahun 2025 yang kian menguat hingga awal tahun 2026.

Pertumbuhan di periode ini juga didukung oleh penetrasi teknologi Plug-in Hybrid (PHEV) yang masih berada pada tahap awal yaitu di bawah 1%. Di sisi lain, kendaraan berbasis mesin konvensional (ICE) masih mendominasi dengan sekitar 65% pangsa pasar, menunjukkan bahwa kebutuhan akan fleksibilitas masih menjadi faktor utama dalam penggunaan kendaraan di Indonesia.

Melihat kondisi tersebut, BYD memahami bahwa terdapat ruang untuk pengembangan solusi yang mampu menjembatani kebutuhan antara efisiensi kendaraan listrik dan fleksibilitas kendaraan konvensional, khususnya untuk memenuhi kebutuhan perjalanan jarak jauh dan penggunaan sehari-hari.

BACA JUGA:Arsitektur Kendaraan Listrik BYD dalam Menembus Batas Mobilitas Masa Depan

Dengan karakter geografis Indonesia yang luas, pola perjalanan antarkota yang masih tinggi, serta perkembangan infrastruktur pengisian daya, teknologi DM hadir sebagai pendekatan yang dirancang untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia yang semakin beragam.

“Melihat kembali perjalanan di tahun 2024, BYD mengambil peran terdepan dalam mencatatkan sejarah baru perkembangan NEV di Indonesia melalui perluasan pasar kendaraan listrik dan peningkatan penerimaan masyarakat terhadap kendaraan energi baru secara lebih masif. Hari ini, kami membawa semangat yang sama melalui teknologi Dual Mode untuk kembali membuka babak baru pasar NEV di Indonesia. Kami ingin menghadirkan solusi mobilitas yang dapat melengkapi pertumbuhan pasar NEV yang saat ini berkembang positif agar semakin meluas dan inklusif. Hal ini diwujudkan melalui teknologi DM yang lebih fleksibel, efisien, serta semakin mudah diakses oleh masyarakat termasuk di berbagai wilayah Indonesia, sehingga dapat menjangkau lebih banyak kebutuhan dan lapisan pasar di tanah air,” ujar Eagle Zhao, President Director PT BYD Motor Indonesia.

EV & DM - Teknologi yang Saling Melengkapi dalam Ekosistem NEV BYD di Indonesia

Sebagai bagian dari strategi elektrifikasi BYD, kendaraan listrik murni (EV) tetap menjadi arah jangka panjang dalam pengembangan mobilitas berkelanjutan. Namun di saat yang sama, BYD juga memahami bahwa kebutuhan mobilitas masyarakat di setiap pasar berkembang dengan karakter yang berbeda-beda.

Melalui pendekatan paralel antara EV dan DM, BYD menghadirkan strategi elektrifikasi yang lebih adaptif terhadap perkembangan kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia.

Di Indonesia, selain efisiensi energi, pengguna juga masih mempertimbangkan kenyamanan perjalanan jarak jauh serta kemampuan kendaraan untuk beradaptasi dalam berbagai kondisi penggunaan sehari-hari.

BACA JUGA:Diperkenalkan di IIMS 2026, ATTO 3 Advanced Plus Lengkapi Pilihan EV BYD di Indonesia

Karena itu, BYD menghadirkan teknologi DM sebagai pendekatan elektrifikasi yang dirancang untuk melengkapi pengalaman kendaraan listrik melalui fleksibilitas penggunaan yang lebih luas. Dengan tetap mengedepankan karakter berkendara khas kendaraan listrik yang halus, responsif, dan efisien, teknologi DM memungkinkan pengguna merasakan pengalaman elektrifikasi dalam penggunaan sehari-hari, sekaligus tetap menghadirkan kenyamanan untuk perjalanan dengan jarak dan kebutuhan perjalanan yang lebih beragam.

Karakter penggunaan teknologi DM juga dirancang untuk dapat beradaptasi dengan berbagai pola perjalanan masyarakat Indonesia. Dalam penggunaan di area perkotaan (inner-city), sistem akan lebih memprioritaskan penggunaan tenaga listrik untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih senyap, halus, dan efisien dalam kondisi lalu lintas harian.

Sementara itu, untuk perjalanan luar kota (out of town), sistem bekerja melalui kombinasi tenaga listrik dan mesin guna menjaga keseimbangan antara efisiensi energi dan keleluasaan perjalanan jarak jauh.

Di sisi lain, pada penggunaan di wilayah dengan akses infrastruktur pengisian daya yang lebih terbatas atau karakter perjalanan yang lebih menantang (rural area), sistem tetap mampu menghadirkan fleksibilitas penggunaan melalui dukungan mesin untuk menjaga kenyamanan dan keberlanjutan perjalanan.

Tag
Share
Berita Lainnya