BNPB Perkuat Ekosistem Kebencanaan dan Ketangguhan Berkelanjutan Melalui ADEXCO Expo 2026
ADEXCO 2026 Siap digelar. (Rubi)--
JURNALISID.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat ekosistem kebencanaan nasional dan global melalui penyelenggaraan Asia Disaster Management & Civil Protection Expo (ADEXCO) 2026 , sebagai bagian dari rangkaian Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series 2026 . Kolaborasi strategis ini menjadi momentum krusial dalam mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk menciptakan sistem kebencanaan yang inovatif, mandiri, dan berkelanjutan.
Dalam konferensi pers yang digelar pada Rabu, 19 Agustus 2026, Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Dr. Raditya Jati, menegaskan bahwa ADEXCO 2026 bukan sekadar pameran produk dan peralatan teknologi kebencanaan, melainkan sebuah ruang kolaboratif yang mempertemukan unsur pentaheliks.
“ADEXCO 2026 bukan sekadar pameran, melainkan ruang untuk mempertemukan pemerintah, dunia usaha, akademisi, teknologi, dan masyarakat. Bencana semakin membutuhkan ekosistem industri yang tidak hanya menyediakan peralatan fisik, tetapi juga data, teknologi, inovasi pembiayaan, hingga tata kelola yang dapat diterapkan secara nyata dari hulu ke hilir, ” ujar Dr. Raditya Jati, di Jakarta, beberapa waktu lalu.
ADEXCO 2026 dijadwalkan berlangsung pada 9–12 September 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta dengan mengusung tema besar "Sustainability for Industrial Transformation". Rangkaian kegiatan ini dirancang secara komprehensif mencakup : Exhibition & Outdoor Space Exhibition (Pameran produk & teknologi indoor/outdoor), Global Forum for Sustainable Resilience (GFSR), Special Session & Resilience & Response Hub, Onsite Podcast & Program Edukasi, dan Run for Charity (Kegiatan sosial & kepedulian kebencanaan).
Di sisi pameran, ADEXCO 2026 akan turut menghadirkan ekosistem solusi yang mencakup berbagai tahapan manajemen kebencanaan, mulai dari emergency response, sistem peringatan dini, pemantauan lingkungan, dan teknologi pemetaan hingga layanan kesehatan, pemulihan dan rekonstruksi pascabencana, bersama juga sektor-sektor lain yang hadir. Dengan cakupan tersebut, ADEXCO diharapkan dapat mempertemukan penyedia teknologi dan solusi dengan pemerintah, pelaku industri, profesional, akademisi, hingga komunitas untuk mendorong kolaborasi lintas sektor dalam membangun ketahanan yang lebih kuat. Untuk memastikan agenda ini berdampak strategis dari hulu ke hilir, BNPB juga telah melakukan pertemuan strategis dan menjajaki kolaborasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Pertemuan tersebut membahas bagaimana sektor energi dan pertambangan dapat semakin terintegrasi dengan perspektif Pengurangan Risiko Bencana (PRB), mitigasi risiko kebencanaan industri, geofisika pertambangan, hingga pemulihan pascabencana. Menuju puncak penyelenggaraan pada September 2026, BNPB bersama mitra telah membangun ruang dialog berkesinambungan sebagai fondasi kesiapsiagaan: Seminar Nasional Kebencanaan (29 April 2026): Membahas kemandirian inovasi teknologi dan industrialisasi kebencanaan.
BACA JUGA:Pameran ADEXCO 2025: Hadirkan Inovasi Teknologi Berkelanjutan Karya Anak Bangsa
Rangkaian NGOBAR (Ngobrol Pintar Bareng BNPB): Diskusi publik yang mengangkat isu-isu krusial seperti " Bukan Sekadar Sinyal" (komunikasi bencana), "Lompatan Teknologi Drone ", "Membangun Kembali Hunian Pascabencana", hingga "Orkestrasi Tata Kelola Bencana Berkelanjutan". Pembelajaran Ketangguhan di Yogyakarta: Mengangkat pengalaman 20 tahun pascagempa bumi Jogja (2006–2026) bersama Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai contoh pembelajaran praktik baik resiliensi daerah.
Indonesia juga secara konsisten mengusung gagasan Sustainable Resilience (Ketangguhan Berkelanjutan) yang mengintegrasikan tiga agenda utama dunia: pengurangan risiko bencana (Sendai Framework), adaptasi perubahan iklim (Paris Agreement), dan pembangunan berkelanjutan (SDGs).
Gagasan ini telah diperjuangkan melalui berbagai forum internasional seperti G20, GPDRR Geneva 2025, hingga tingkat kawasan ASEAN melalui ASEAN Leaders' Declaration on Sustainable Resilience. Sebagai pilar referensi, BNPB juga telah menyusun Sustainable Resilience Compendium (5 Volume Buku) yang merekam gagasan, tata kelola, kebijakan, investasi, hingga aksi nyata kebencanaan. Sebagai salah satu agenda utama pada ADEXCO 2026, The 3rd Global Forum for Sustainable Resilience (GFSR) 2026 akan kembali diselenggarakan sebagai forum dua tahunan yang mempertemukan pemangku kepentingan nasional dan internasional untuk membahas penguatan ketahanan terhadap risiko bencana dan perubahan iklim.
Mengangkat tema “Global Resilience Recharged: From Fragmented Action to Aligned Impact”, GFSR 2026 akan mendorong pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik untuk memperkuat keterhubungan antara kebijakan, inovasi, investasi, dan implementasi dalam membangun ketahanan yang lebih terintegrasi. Melalui forum ini, BNPB menegaskan bahwa ketangguhan bencana harus menjadi joint endeavor (upaya bersama) multi-pihak. Tidak ada satu institusi maupun satu negara pun yang mampu membangun resiliensi secara menyendiri tanpa kerja sama lintas sektor dan lintas negara.
ADEXCO 2026 dan Global Forum for Sustainable Resilience (GFSR) 2026 merupakan bagian dari rangkaian Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series 2026, yang juga menghadirkan Construction Indonesia, Concrete Show South-east Asia – Indonesia, Mining Indonesia, Oil & Gas Indonesia, Water Indonesia, serta GIFA & METEC Indonesia.
- Tag
- Share
-