Tilawati Kukuhkan Standar Baru Guru Al-Qur’an Lewat LSP dan Jamhati

Tilawati Kukuhkan Standar Baru Guru Al-Qur’an Lewat LSP dan Jamhati

Silaturahim Tilawati Nasional 2025. (Dok. Pribadi)--

JURNALISID.COM - Gerakan pendidikan Al-Qur’an di Indonesia memasuki babak baru. Melalui Silaturahim Tilawati Nasional 2025 yang digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (12/7), metode pembelajaran Tilawati secara resmi meluncurkan dua inisiatif strategis, yakni Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Tilawati dan Jam’iyyah Ma’had Tilawati Indonesia (Jamhati).

Keduanya menjadi langkah konkret komunitas Qur’ani nasional untuk membangun sistem pembelajaran Al-Qur’an yang berstandar, profesional, dan berkelanjutan.

“LSP Tilawati hadir sebagai bentuk pengakuan terhadap kompetensi guru Qur’an yang selama ini belum memiliki jalur sertifikasi resmi. Ini bukan proyek pemerintah, tapi inisiatif komunitas Qur’ani agar kualitas pengajaran Qur’an di seluruh Indonesia semakin terjaga,” ujar Ketua Yayasan Nurul Falah sekaligus pimpinan pusat metode Tilawati, KH. Umar Jaeni, melalui keterangan tertulisnya, Minggu (13/7/2025).

BACA JUGA:Ketua Dewan Pakar Gerbang Betawi Prof Zulkifli Dikukuhkan Jadi Guru Besar Tetap UI

Sebagai metode yang telah digunakan di ribuan lembaga, Tilawati kini memperkuat peran strategisnya melalui jalur formal. LSP Tilawati, yang telah mendapat lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), dirancang untuk menstandarkan kompetensi pengajar, mendorong profesionalisme guru, dan membuka akses sertifikasi yang kredibel dan terukur.

“Kami ingin guru-guru Qur’an tidak hanya bisa membaca dengan fasih, tapi juga memahami isi dan cara mengajarkan Al-Qur’an secara mendalam. Ini bukan sekadar pelatihan teknis, tapi bagian dari dakwah yang sistematis,” tambah KH. Umar.

Sementara itu, peluncuran Jamhati memperkuat jaringan ma’had Tilawati di berbagai daerah. JAMHATI menjadi wadah kolaborasi antarlembaga, forum peningkatan mutu guru Qur’an, serta ruang pertukaran metode pengajaran dan penguatan program riset tajwid.

Wakil Gubernur DKI Jakarta H. Rano Karno, yang turut hadir, menyampaikan apresiasi atas inisiatif ini. Ia menilai peluncuran LSP Tilawati merupakan terobosan penting dalam memperkuat posisi guru Al-Qur’an di tengah masyarakat.

BACA JUGA:29.000 Pelajar dan Guru SMK Ikuti Festival Vokasi Satu Hati

“Selama ini kita bicara pendidikan karakter, tapi lupa bahwa guru ngaji adalah salah satu fondasi karakter bangsa. Karena itu saya sangat menghargai gerakan seperti ini yang lahir dari komunitas, bukan dari kekuasaan,” ujar Rano.

Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama, Dr. H. Ahmad Zayadi, M.Pd, menambahkan bahwa gerakan standarisasi guru Al-Qur’an perlu tumbuh dari bawah, dari komunitas pendidikan Qur’ani yang memiliki sistem dan integritas.

“Tilawati membuktikan bahwa pembinaan Qur’an bisa dibangun secara mandiri dan terstruktur. Kami di Kemenag hadir untuk memperkuat ekosistemnya lewat dukungan regulasi dan fasilitasi,” kata Zayadi.

BACA JUGA:UIN Jakarta dan IBTS Dorong Implementasi Digitalisasi Sektor Pendidikan Tinggi

Silaturahim Tilawati Nasional 2025 dihadiri oleh lebih dari 8.000 guru Qur’an, pimpinan pesantren, pengasuh TPQ, dan pegiat pendidikan Islam dari berbagai wilayah. Tokoh-tokoh nasional seperti Komisioner BNSP Dr. KH. Muhammad Nur Hayid, Muallif metode Tilawati KH. Ali Muaffa, dan penceramah nasional KH. Ahmad Fathoni turut memberikan penguatan dalam forum ini.

Tag
Share
Berita Lainnya