Melalui GFSR ke-3 dan ADEXCO 2026 ini, BNPB mengajak semua pihak untuk memanfaatkan empat hari ini untuk bertukar pikiran, membangun koneksi dan menginisiasi aksi nyata.
“Mari kita perkuat kemitraan antara pemerintah dan sektor swasta, antara peneliti dan praktisi, serta antara pengetahuan internasional dan pengalaman lokal, ” tambahnya.
ADEXCO 2026 diselenggarakan sebagai bagian dari Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series 2026 dengan tema “Sustainability for Industrial Transformation.” GFSR ke-3 dan ADEXCO 2026 pada akhirnya bermuara pada satu ambisi bersama untuk memastikan bahwa pembangunan dapat terus berlanjut, bahkan di dunia yang menghadapi peningkatan risiko dan ketidakpastian.
BACA JUGA:Pembukaan Konferensi dan Pameran Internasional ADEXCO 2025
“Mari kita gunakan wadah ini untuk menyegarkan kembali komitmen kolektif kita, menyelaraskan upaya kita, dan mengubah pengetahuan serta inovasi menjadi tindakan nyata,” ajak Raditya Jati.
Pembukaan GFSR ke-3 dan ADEXCO dihadiri Wakil Menteri Bappenas, Wakil Menteri Luar Negeri, Duta Besar Rusia, perwakilan Komisi VIII DPR RI, perwakilan kementerian dan lembaga, TNI, Polri, kedutaan besar Amerika Serikat, Australia, Filipina, pimpinan Pamerindo dan mitra penanggulangan bencana. ADEXCO 2026 dan Global Forum for Sustainable Resilience (GFSR) 2026 merupakan bagian dari rangkaian Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series 2026 , yang juga menghadirkan Construction Indonesia, Concrete Show South-east Asia – Indonesia, Mining Indonesia, Oil & Gas Indonesia, Water Indonesia, serta GIFA & METEC Indonesia.