• Tetap kokoh menahan tekanan 100 kg/cm² (10 MPa) bahkan saat suhu permukaan lintasan meningkat hingga 40–60 derajat Celsius, kondisi yang umum terjadi di lintasan balap tropis.
“Angka-angka ini menunjukkan bahwa daya tahan aspal Mandalika berada jauh di atas tekanan yang dihasilkan kendaraan non-balap seperti bus,” jelas Dhika.
Perhitungan Ilmu Fisika
Secara kasat mata, bus memang tampak besar dan berat. Namun dalam ilmu fisika dan teknik perkerasan jalan, yang menjadi faktor utama bukanlah berat total kendaraan, melainkan bagaimana beban tersebut didistribusikan ke permukaan jalan.
Dhika yang memegang lisensi FIM ini menjelaskan secara ilmu fisika, “Bus dengan bobot sekitar 17 ton tidak menekan aspal pada satu titik. Beban itu terbagi melalui enam roda besar, masing-masing dengan area tapak ban (contact patch) yang luas. Prinsip fisikanya sederhana: semakin luas bidang sentuh ban dengan permukaan, semakin kecil tekanan yang diterima aspal.”
“Dengan distribusi tersebut, tekanan riil bus terhadap lintasan Mandalika hanya berada di kisaran 3–4 kg/cm². Angka ini sangat kecil jika dibandingkan dengan kapasitas maksimal aspal Mandalika yang mencapai 150 kg/cm². Bahkan, tekanan bus tersebut tidak sampai 5 persen dari batas kekuatan aspal,” ungkap anggota dewan juri FIM Asia ini.
Dhika menegaskan, “Inilah alasan mengapa secara teknis, lintasan Mandalika tidak mengalami risiko kerusakan hanya karena dilewati bus dalam kecepatan rendah dan durasi terbatas.”
BACA JUGA:Honda Racing Indonesia Bidik Gelar Juara di Seri Penutup Mandalika Festival of Speed 2025
Fisika Balap: Bus vs MotoGP
Fakta menarik muncul ketika tekanan bus dibandingkan dengan tekanan yang dihasilkan motor MotoGP. Meski bobot motor jauh lebih ringan, karakter motor balap modern justru menghasilkan tekanan yang sangat besar pada aspal.
Dhika menjelaskan lebih detil lagi melalui pendekatan ilmu Fisika, “Motor MotoGP dibekali mesin bertorsi buas, sistem traksi elektronik canggih, serta perangkat seperti ride height device yang memungkinkan motor berakselerasi dan mengerem dengan daya cengkeram maksimal. Semua teknologi ini membuat ban MotoGP menggigit aspal dengan sangat kuat untuk mencegah slip.”
Data teknis menunjukkan bahwa tekanan ban MotoGP pada aspal berada di kisaran:
• Sekitar 3,6 kg/cm² (0,35 MPa) saat pengereman maksimal.
• Sekitar 2,7 kg/cm² (0,26 MPa) saat akselerasi maksimal.
“Artinya, tekanan yang diberikan oleh bus yang berjalan santai di lintasan hampir setara dengan tekanan yang dihasilkan motor MotoGP saat beraksi di kondisi ekstrem. Jika aspal Mandalika dirancang aman untuk balapan MotoGP, maka secara logis dan teknis, lintasan tersebut sangat aman untuk dilewati bus,” jelas Dhika.
Protokol Keamanan Berlapis