Bus Wisata Berkeliling di Pertamina Mandalika International Circuit, Apakah Aman Bagi Lintasan?

Minggu 11-01-2026,08:00 WIB
Reporter : Aslam Rajendra
Editor : Bagus Rachmanto

JURNALISID.COM - Kehadiran bus berkapasitas 40 penumpang yang melintas di lintasan Pertamina Mandalika International Circuit sempat memicu beragam respons. Sebagian publik merasa takjub, sebagian lain bertanya-tanya, apakah aman membawa kendaraan seberat sekitar 17 ton ke atas aspal yang setiap tahun dilalui motor-motor MotoGP dengan kecepatan lebih dari 300 km/jam?

Pertanyaan itu wajar. Namun jika dilihat lebih dalam melalui kacamata teknik sipil, fisika, serta praktik motorsport internasional, program resmi Mandalika Experince yang dihadirkan Mandalika Grand Prix Association (MGPA) ini justru menunjukkan betapa lintasan Mandalika dirancang, dibangun, dan dikelola dengan standar kelas dunia.

Aktivitas bus di lintasan bukan sekadar atraksi, melainkan bagian dari pengalaman sirkuit (circuit experience) yang aman, terukur, dan sudah lazim diterapkan di banyak sirkuit ternama dunia.

Praktik Global Bernama Circuit Safari

Melalui siaran persnya, beberapa waktu lalu, Muhammad Awallutfi Andhika Putra selaku Track, Race Electronic, and Motorsport Manager di Pertamina Mandalika International Circuit menjelaskan, “Di dunia balap internasional, membawa bus masuk ke lintasan bukanlah hal yang asing. Pada sejumlah ajang balap bergengsi seperti Super GT di Jepang, terdapat program yang dikenal dengan nama Circuit Safari. Dalam sesi ini, tamu VIP atau penonton khusus diajak berkeliling lintasan menggunakan bus untuk merasakan langsung karakter tikungan, elevasi, dan panjang lintasan sirkuit.”

Dhika sapaan akrab Muhammad Awallutfi Andhika Putra menambahkan, “Menariknya, Circuit Safari kerap dilakukan bersamaan dengan sesi warm-up mobil-mobil balap kelas berat seperti GT500, GT300, hingga Prototype. Artinya, lintasan yang sama secara bersamaan mampu menampung kendaraan balap berperforma ekstrem dan bus penumpang berukuran besar, tanpa mengorbankan keselamatan maupun kualitas aspal. Fakta ini menunjukkan bahwa secara prosedural dan teknis, aktivitas tersebut sudah menjadi standar yang diterima di kancah balap dunia.”

BACA JUGA:Intip Event MGPA 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit

“Apa yang kami lakukan di Sirkuit Mandalika ini sejatinya berada dalam koridor praktik global tersebut. Bukan eksperimen, melainkan adopsi dari standar operasional sirkuit internasional,” ungkap Dhika.

Ketika Standar Dunia, Teknik Sipil, dan Fisika Balap Bertemu

Dhika memaparkan lebih lanjut dari aspek teknik, “Kekuatan lintasan Mandalika tidak lahir dari klaim sepihak. Sejak awal pembangunannya, sirkuit ini dirancang dengan pendekatan teknik sipil yang sangat ketat. Berbagai standar perkerasan jalan kelas dunia dijadikan acuan, mulai dari European Norm (EN), American Society for Testing and Materials (ASTM), American Association of State Highway and Transportation Officials (AASHTO), hingga standar nasional seperti Binamarga dan SNI.”

“Seluruh proses konstruksi berada di bawah pengawasan konsultan sirkuit berpengalaman internasional, dengan penerapan paving methodology yang presisi dan terukur. Hasilnya adalah struktur aspal bertipe flexible pavement berkualitas tinggi, yang dirancang bukan hanya untuk balapan, tetapi juga untuk menahan variasi beban dan suhu ekstrem,” papar Dhika.

Konsultan Pertamina Mandalika International Circuit adalah MRK1 dan Dromo. Dua konsultan ini merupakan konsultan yang berpengalaman melaksanakan konstruksi sirkuit Yas Marina, Buriram, Zaandvort dan lainnya.

BACA JUGA:Honda Racing Indonesia Mendominasi Kemenangan di Mandalika Festival of Speed 2025

Secara teknis, aspal Sirkuit Mandalika mampu:

• Menahan tekanan hingga 150 kg/cm² (15 MPa) pada suhu permukaan lintasan berkisar 25–30 derajat Celsius.

Kategori :