International Battery Summit 2026 Dorong Penguatan Ekosistem Baterai Indonesia dan Percepatan Transisi Energi

International Battery Summit 2026 Dorong Penguatan Ekosistem Baterai Indonesia dan Percepatan Transisi Energi

International Battery Summit (IBS) 2026. (Pamerindo)--

“Masa depan industri baterai Indonesia akan sangat ditentukan oleh seberapa efektif kita menghubungkan kebutuhan industri dengan riset, inovasi, pengembangan talenta, dan peluang pasar. Kebutuhan baterai ke depan juga tidak hanya datang dari kendaraan listrik, tetapi semakin erat kaitannya dengan pengembangan energi terbarukan. Dengan target pengembangan PLTS hingga 100 GW, kebutuhan terhadap Battery Energy Storage System (BESS) menjadi semakin strategis untuk mengatasi intermitensi energi surya, menjaga keandalan sistem, serta mengoptimalkan pemanfaatan energi terbarukan. Karena itu, kolaborasi antara industri, akademisi, pemerintah, dan lembaga riset menjadi sangat penting agar teknologi BESS dan baterai yang dikembangkan mampu menjawab kebutuhan sistem energi nasional. IBS 2026 menjadi salah satu platform penting untuk memperkuat koneksi tersebut dan membuka peluang baru di seluruh ekosistem baterai dan energi, ” ungkap Firmansyah.

Penguatan hubungan antara industri dan akademisi semacam ini diharapkan dapat mendorong pengembangan teknologi yang lebih aplikatif, memperkuat kapasitas sumber daya manusia, serta mempercepat proses transfer pengetahuan dan inovasi. Di sisi lain, keterhubungan tersebut juga membuka peluang untuk memperkuat kemitraan strategis dan menarik investasi baru ke sektor baterai nasional.

Reynaldi Istanto, Director of Strategic Partnership & Industry Development NBRI, menilai, "Indonesia memiliki peluang untuk berkembang dari bagian dari global battery supply chain menjadi salah satu investment and industrial hubs industri baterai. Indonesia memiliki peluang besar untuk berkembang dari sekadar bagian dari global battery supply chain menjadi salah satu investment and industrial hubs utama untuk industri baterai. Untuk mencapainya, kita membutuhkan investasi, teknologi, akses pasar, serta proyek-proyek yang memiliki dasar bisnis yang kuat. IBS 2026 dirancang bukan hanya sebagai forum pertukaran gagasan, tetapi sebagai platform untuk mempertemukan investor, perusahaan teknologi, pelaku industri, dan pemerintah serta mendorong lahirnya investasi dan kolaborasi bisnis baru di Indonesia, ” ungkap Reynaldi.

Melalui pendekatan tersebut, IBS 2026 diharapkan dapat membuka peluang kerja sama dalam bidang teknologi, investasi, penelitian, pengembangan industri, serta pertukaran pengetahuan antara pelaku industri nasional dan internasional. Mendorong Inovasi dan Daya Saing Industri Baterai Perkembangan teknologi baterai memiliki peran semakin penting dalam mendukung integrasi energi terbarukan, sistem penyimpanan energi, kendaraan listrik, serta upaya dekarbonisasi sektor industri. Karena itu, IBS 2026 tidak hanya membahas baterai sebagai produk manufaktur, tetapi juga sebagai bagian dari sistem energi masa depan yang membutuhkan pengembangan teknologi, investasi, dan kolaborasi lintas sektor. Berbagai isu strategis tersebut akan dibahas dalam rangkaian IBS 2026, termasuk advanced battery technology, battery manufacturing, renewable energy, energy storage system, electric vehicle and mobility, investasi, battery safety, battery end-of-life, hingga circular economy.

Rangkaian program akan menghadirkan sesi keynote, panel diskusi, sesi teknis dan strategis, networking, serta pameran industri yang menampilkan teknologi, produk, dan solusi dari berbagai pelaku industri baterai dan energi. Seiring dengan semakin berkembangnya industri baterai di Indonesia, IBS 2026 diharapkan dapat menjadi katalis bagi terbentuknya kolaborasi baru, pengembangan teknologi, investasi, serta pertukaran pengetahuan yang dapat memperkuat daya saing industri nasional.

BACA JUGA:IEE Series 2026 Ekspansi Regional ke Balikpapan

“Transisi energi merupakan proses jangka panjang yang membutuhkan kolaborasi berkelanjutan. IBS 2026 menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk memperkuat perannya tidak hanya sebagai produsen material dan produk terkait baterai, tetapi juga sebagai pusat teknologi, inovasi, riset, dan pengembangan industri yang berkelanjutan. Kami berharap IBS 2026 dapat menghasilkan kolaborasi yang konkret dan memberikan kontribusi terhadap agenda transisi energi Indonesia dalam jangka panjang ,” tambah Prof. Evvy.

Dengan mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari dalam dan luar negeri, IBS 2026 diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain penting dalam perkembangan industri baterai global sekaligus mendorong terciptanya ekosistem baterai nasional yang kompetitif, inovatif, dan berkelanjutan.

Tag
Share
Berita Lainnya