Teknologi Dual Mode BYD: Menghadirkan Efisiensi, Performa, dan Kapabilitas Off-road dalam Satu Platform
Teknologi Dual Mode BYD. (BYD)--
Seluruh teknologi tersebut dirancang untuk mengoptimalkan proses pembakaran, mengurangi kehilangan energi, sekaligus meningkatkan efisiensi termal mesin. Kinerja mesin kemudian dipadukan dengan Electric Hybrid System (EHS), sebuah sistem penggerak listrik yang mengintegrasikan motor listrik, kontrol elektronik, single-gear reducer, direct-drive clutch, serta sistem pendingin oli ke dalam satu unit yang lebih ringkas. Integrasi tersebut mampu mengurangi bobot dan volume sistem hingga sekitar 30%, sehingga meningkatkan efisiensi penyaluran tenaga sekaligus menghasilkan respons akselerasi yang lebih baik.
BACA JUGA:BYD Transfer Teknologi M6 Dual Mode ke Komunitas BEYOND di GIIAS 2026
Melalui sistem ini, sebagian besar perjalanan dapat dilakukan menggunakan motor listrik, sehingga kendaraan mampu menghadirkan karakter berkendara yang responsif, halus, dan senyap layaknya kendaraan listrik (EV), sekaligus mengoptimalkan efisiensi penggunaan energi. Berdasarkan simulasi internal BYD, dengan kondisi baterai dan tangki bahan bakar terisi penuh, BYD M6 DM yang menggunakan platform DM-i memiliki potensi efisiensi konsumsi bahan bakar hingga mencapai 65 km/L untuk simulasi uji coba perjalanan sejauh sekitar 150 kilometer yang sudah dilakukan secara internal.
DM-p: Performa Tinggi untuk Pengalaman Berkendara yang Lebih Dinamis
Jika Teknologi DM-i berfokus pada efisiensi, teknologi DM-p (Dual Mode Powerful) dirancang bagi pengguna yang menginginkan performa tinggi. Dengan penambahan motor listrik di bagian belakang (Rear Powertrain Assembly), DM-p mengadopsi konfigurasi sistem penggerak All-Wheel Drive (AWD) dengan motor listrik pada roda depan dan belakang yang mampu mendistribusikan tenaga yang tinggi ke seluruh bagian roda.
Pendekatan ini menghasilkan akselerasi yang lebih responsif, traksi yang lebih baik, serta stabilitas berkendara yang tetap terjaga pada berbagai kondisi jalan. Pada kendaraan yang menggunakan platform DM-p, BYD mengadopsi mesin hybrid 1,5L Turbo yang dirancang untuk menghadirkan performa lebih tinggi. Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga maksimum 115 kW (156 PS), torsi maksimum 225 Nm, serta efisiensi termal hingga 45,3%. Selain menghadirkan performa yang lebih tinggi, platform DM-p juga dirancang agar pengemudi tetap memperoleh pengalaman berkendara yang halus dan nyaman melalui pengelolaan tenaga yang berlangsung secara otomatis. Sistem akan menentukan kombinasi penggunaan motor listrik dan mesin sesuai kondisi jalan maupun kebutuhan tenaga.
DMO: Menghadirkan Kapabilitas Off-road untuk Berbagai Karakter Kontur Jalan
Melalui DMO (Dual Mode Off-road), BYD memperluas penerapan filosofi electric-first ke segmen kendaraan yang dirancang untuk menghadapi beragam karakter perjalanan, mulai dari mobilitas sehari-hari hingga penjelajahan di berbagai kondisi jalan. Dalam ekosistem BYD Group, teknologi ini direpresentasikan salah satuya melalui model-model dari DENZA, merek premium BYD, seperti DENZA B5 dan DENZA B8.
Berbeda dengan kendaraan off-road konvensional yang umumnya mengandalkan mesin sebagai sumber penggerak utama, DMO tetap menempatkan motor listrik sebagai penggerak utama. Sementara itu, mesin bekerja secara cerdas untuk menghasilkan energi atau memberikan tambahan tenaga ketika dibutuhkan. Pendekatan ini menghadirkan respons yang cepat, halus, dan senyap layaknya kendaraan listrik, tanpa mengurangi kapabilitas ketika menghadapi medan yang lebih menantang.
Untuk mewujudkan kemampuan tersebut, BYD mengembangkan arsitektur khusus DMO yang mengintegrasikan World’s First Front Longitudinal Electric Hybrid System (EHS), mesin hybrid longitudinal 1.5L turbo, serta motor belakang yang dirancang untuk menghadapi berbagai karakter medan. Teknologi tersebut dipadukan dengan Cell-to-Chassis (CTC) dan Hybrid Ladder Frame Body untuk menghasilkan struktur kendaraan dengan kekakuan bodi lebih tinggi. Peningkatan torsional rigidity hingga 38 persen membantu menghadirkan stabilitas yang lebih baik, pengendalian lebih presisi, serta rasa percaya diri yang lebih tinggi saat melintasi beragam kondisi jalan.
DMO juga dilengkapi dengan berbagai Terrain Modes yang menyesuaikan distribusi tenaga dan karakter pengendalian berdasarkan kondisi permukaan jalan, mulai dari Snow, Sand, Mud, Mountain, Rock, hingga Wading Mode. Melalui penerapannya pada DENZA B5 dan DENZA B8, DMO menunjukkan bahwa filosofi electric-first tidak hanya menghadirkan efisiensi untuk penggunaan sehari-hari, tetapi juga mampu mendukung kendaraan premium dengan performa, ketangguhan, stabilitas, dan kenyamanan di berbagai medan.
BACA JUGA:Menteri Perindustrian RI Apresiasi Produksi Lokal BYD M6 pada GIIAS 2026
Efisiensi yang Mendukung Biaya Kepemilikan
Selain menghadirkan peningkatan dari sisi performa dan pengalaman berkendara, pengembangan Teknologi Dual Mode juga dirancang untuk memberikan manfaat yang dapat dirasakan dalam penggunaan sehari-hari. Melalui kombinasi motor listrik sebagai penggerak utama, sistem manajemen energi yang cerdas, serta mesin hybrid berefisiensi tinggi, teknologi ini mampu membantu menekan biaya operasional dibandingkan kendaraan ICE. Melalui kombinasi motor listrik sebagai penggerak utama dan sistem manajemen energi yang cerdas, kendaraan dengan teknologi DM-i dirancang untuk membantu menekan biaya operasional dibandingkan kendaraan bermesin pembakaran konvensional.
Berdasarkan simulasi internal BYD dengan basis perbandingan terhadap kendaraan konvensional bermesin 1.500 cc pada segmen yang setara, teknologi DM-i berpotensi menghadirkan penghematan biaya operasional hingga sekitar 60%. Sementara itu, berdasarkan hasil pengujian konsumsi bahan bakar yang dilakukan oleh media nasional, efisiensi biaya operasional bahkan mencapai sekitar 66%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa performa teknologi DM-i dalam penggunaan nyata mampu melampaui proyeksi efisiensi yang diperoleh melalui simulasi internal BYD. Selain efisiensi penggunaan energi, platform DM-i juga dirancang untuk membantu menurunkan total cost of ownership (TCO) melalui interval perawatan yang lebih panjang serta berkurangnya komponen yang memerlukan perawatan rutin.
- Tag
- Share
-