Bank Neo Commerce Bukukan Laba Rp294,85 Miliar pada Semester I 2026
Media Gathering Bank Neo Commerce 2026. (Bagus)--
Total kredit tercatat sebesar Rp7,13 triliun, menurun 11,79% YoY dibandingkan Semester I 2025 yang sebesar Rp8,09 triliun. Penurunan tersebut terutama berasal dari segmen komersial dan korporat sebagai bagian dari langkah Perseroan untuk melakukan optimalisasi portofolio serta meningkatkan kualitas aset di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan.
Di sisi lain, strategi tersebut justru menghasilkan pertumbuhan pada segmen-segmen yang menjadi fokus utama Perseroan. Penyaluran kredit kepada segmen konsumer dan UMKM secara gabungan meningkat menjadi Rp5,80 triliun, dibandingkan Rp5,44 triliun pada Semester I 2025, atau tumbuh 6,68% secara year-on-year (YoY).
Hal ini menunjukkan komitmen BNC untuk terus memperkuat pembiayaan pada segmen yang memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang sekaligus menjaga kualitas portofolio kredit. Lebih dari lima tahun menjalankan transformasi sebagai bank dengan layanan digital, BNC kini memasuki fase baru pertumbuhan dengan mengusung tema
"Building the Next Phase of Growth: Strengthening Performance, Technology, and Trust." Tema ini merepresentasikan arah strategis Perseroan dalam membangun pertumbuhan yang lebih berkualitas melalui tiga pilar utama. Pilar pertama adalah Strengthening Performance, yaitu terus meningkatkan profitabilitas dan kinerja operasional dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan disiplin dalam pengelolaan risiko.
Pilar kedua adalah Strengthening Technology, melalui penguatan kapabilitas teknologi digital, peningkatan keamanan sistem, pengembangan inovasi produk, serta pengalaman transaksi yang semakin mudah, cepat, dan aman bagi nasabah. Dalam hal ini, BNC akan mengadopsi penggunaan Artificial Intelligence (AI) sebagai bagian dari transformasi digital dalam memperkuat dan menambah fitur layanan kepada nasabah.
BACA JUGA:BNC Berikan Tips Mengelola Keuangan ke Generasi Milenial dan Gen-Z serta Pelaku UMKM Balikpapan
Sedangkan pilar ketiga adalah Strengthening Trust, yakni memperkuat kepercayaan nasabah, regulator, investor, dan seluruh pemangku kepentingan melalui tata kelola perusahaan yang baik, transparansi, kepatuhan, serta layanan yang semakin andal.
Menurut Eri, fase pertumbuhan berikutnya tidak lagi hanya diukur dari besarnya ekspansi bisnis, tetapi dari kemampuan Perseroan menciptakan pertumbuhan yang sehat, berkelanjutan, dan dipercaya oleh seluruh pemangku kepentingan.
"Kami percaya bahwa pertumbuhan yang berkelanjutan harus dibangun di atas fondasi kinerja yang kuat, teknologi yang semakin andal, serta kepercayaan yang terus tumbuh dari nasabah dan seluruh pemangku kepentingan. Dengan struktur permodalan yang semakin kokoh, kualitas operasional yang terus membaik, dan pengalaman lebih dari lima tahun sebagai bank dengan layanan digital, BNC kini menjadi bank berbasis digital yang sehat dan siap memasuki fase pertumbuhan berkelanjutan untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh stakeholders", ungkap Eri.
Ke depan, BNC akan terus memperkuat fundamental bisnis melalui pengembangan produk dan layanan digital yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, peningkatan kualitas layanan, optimalisasi efisiensi operasional, peningkatan pemanfaatan teknologi secara tepat guna untuk perkembangan bisnis dan menjaga arsitektur keamanan digital, serta pengelolaan risiko yang semakin matang.
Perseroan optimistis bahwa strategi tersebut akan menjadi landasan yang kuat dalam mendorong pertumbuhan yang sehat, meningkatkan daya saing, sekaligus memperkuat posisi BNC sebagai salah satu bank dengan layanan digital tepercaya di Indonesia.
- Tag
- Share
-