Minta Maaf Temui Keluarga Korban, Ini Sikap Resmi Komunitas Hogers Indonesia
Hogers Indonesia temui keluarga korban. (Istimewa)--
JURNALISID.COM - Di jalan raya kecelakaan lalu lintas memang bisa menimpa siapa saja dan risiko ini mengintai siapa saja, kapan saja. Baru-baru ini peristiwa kecelakaan motor gede (moge) menabrak bocah berinisial J (10) hingga tewas di Toraja Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel), menjadi perhatian publik.
Mengutip media online nasional, korban J tewas ditabrak pengemudi moge inisial RR (42). Kecelakaan maut itu terjadi di Lingkungan Sendana Buntu Pare, Kelurahan Nanggala Sangpiak Salu, Kecamatan Nanggala, Kamis 30 April 2026. Saat itu, RR berkendara bersama rombongannya dari klub Hogers Indonesia.
Atas kejadian tersebut melalui keterangan resminya, Director Hogers Indonesia, Yudi Djajdja menyatakan permohonan maaf dan belasungkawa mendalam.
"Mewakili seluruh jajaran pengurus dan anggota Hogers Indonesia, dengan kerendahan hati yang paling dalam, kami menyampaikan rasa duka cita dan penyesalan yang teramat dalam atas musibah kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan berpulangnya ananda J. Secara khusus, dari lubuk hati yang paling dalam, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada kedua orang tua dan keluarga besar Almarhum," ungkap Yudi Djajdja, melalui keterangan tertulisnya, Selasa (5/5/2026).
Yudi juga menyampaikan,sebagai bentuk pertanggungjawaban moral dan untuk mencegah kesimpangsiuran informasi di tengah masyarakat, pihaknya menyampaikan sikap resmi organisasi sebagai berikut.
1.Mendukung Penuh Proses Hukum: Sejak terjadinya musibah tersebut, anggota kami selalu kooperatif, siap memenuhi tanggung jawab moral dan adat secara penuh, serta saat ini tengah mengikuti seluruh tahapan pemeriksaan oleh pihak Kepolisian. Kami menghormati sepenuhnya kewenangan aparat penegak hukum dan mendukung proses penegakan hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan yang berlaku.
2.Menjunjung Tinggi Kearifan Adat Toraja: Kami sangat menyadari bahwa peristiwa ini membawa duka mendalam bagi masyarakat Toraja yang memiliki nilai-nilai budaya dan kekerabatan yang luhur. Oleh karena itu, kami berkomitmen penuh untuk terus menjalin komunikasi kekeluargaan dengan tulus, serta menghormati dan tunduk pada setiap tahapan penyelesaian berdasarkan kearifan adat istiadat setempat yang berlaku bagi keluarga besar korban.
3.Evaluasi Internal Organisasi: Fokus utama kami saat ini adalah memastikan anggota kami memenuhi seluruh kewajiban moral dan kooperatif dengan aparat berwenang. Bersamaan dengan itu, organisasi juga tengah menjalankan proses evaluasi internal terkait peristiwa ini, dengan mengacu pada ketentuan yang berlaku di organisasi kami.
"Di tengah suasana duka yang masih menyelimuti, kami memohon kebaikan hati rekan-rekan media dan seluruh lapisan masyarakat untuk memberikan ruang bagi berjalannya proses penanganan perkara ini dengan baik. Kami juga memohon empati bersama untuk tidak menyebarkan foto maupun video dari lokasi kejadian tanpa sensor, demi menjaga perasaan dan trauma keluarga korban. Demikian pernyataan resmi ini kami sampaikan dengan penuh rasa hormat. Atas perhatian, pengertian, dan doa dari semua pihak, kami ucapkan terima kasih.," tutup Yudi
- Tag
- Share
-