Total Cost of Ownership Memperkuat Efisiensi Kendaraan Listrik bagi Bisnis dalam Jangka Panjang

Senin 26-10-2026,07:00 WIB
Reporter : T. Sucipto
Editor : Bagus Rachmanto

JURNALISID.COM - Tahun ini perusahaan tempat Aldi (bukan nama sebenarnya) bekerja berencana membuka cabang baru di sejumlah kota besar di Indonesia. Sebagai manajer operasional, Aldi bertanggung jawab memperkirakan anggaran kendaraan operasional dan memastikan setiap investasi sesuai dengan tujuan bisnis perusahaan. Dahulu, perusahaan kerap menjadikan harga sebagai acuan utama dalam menentukan kendaraan. Kendaraan semakin menarik ketika harga belinya rendah, apalagi jika spesifikasinya memenuhi kebutuhan operasional.

Perspektif ini kemudian berubah seiring peningkatan biaya operasional akibat kenaikan harga bahan bakar dan kemacetan lalu lintas. Harga beli tidak lagi menjadi faktor utama dan perhatian lebih besar kini mengarah pada total biaya pengoperasian maupun nilai jangka panjang kendaraan. Pergeseran ini membuat kendaraan operasional kini dipandang sebagai aset produktif bagi perusahaan. Keberadaan armada kendaraan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi biaya sekaligus mendukung produktivitas bisnis. Akhirnya Total Cost of Ownership (TCO) atau total biaya kepemilikan menjadi kerangka untuk mengevaluasi investasi kendaraan.

TCO mengukur seluruh biaya kepemilikan dan pengoperasian selama siklus hidup kendaraan, termasuk pembiayaan, energi, pemeliharaan, dan biaya operasional lainnya. Pendekatan ini makin relevan bagi perusahaan yang terbiasa mengoperasikan kendaraan sehari-hari. Pengurangan biaya operasional bulanan dapat menghasilkan penghematan signifikan selama beberapa tahun, sehingga evaluasi TCO memberikan dasar keputusan yang lebih realistis dibandingkan sekadar membandingkan harga beli. TCO dapat membantu perusahaan menilai potensi Return on Investment (ROI). Jika TCO mengukur total pengeluaran selama masa pakai kendaraan, maka ROI menjadi cerminan atas nilai finansial yang dihasilkan melalui efisiensi operasional dan biaya kepemilikan yang lebih rendah.

Keterangan resmi perusahaan mengatakan, sebagai produsen dan pengembang ekosistem kendaraan listrik, VinFast meyakini pendekatan ini dapat mendorong lebih banyak perusahaan menjadikan kendaraan listrik sebagai armada operasional berkat keunggulan biaya energi yang lebih rendah. Untuk itu, VinFast menyediakan platform simulasi TCO yang membandingkan biaya kepemilikan kendaraan listrik dan konvensional. Sebagai ilustrasi, mari kita tinjau TCO Limo Green, MPV listrik berkapasitas 7 penumpang yang dirancang untuk pelanggan bisnis.

Limo Green diasumsikan menempuh jarak 2.000 kilometer per bulan selama 5 tahun. Dari situ, total biaya kepemilikan Limo Green diperkirakan sekitar Rp317,59 juta atau lebih rendah dibandingkan kendaraan konvensional yakni sekitar Rp418,10 juta. Artinya, terdapat potensi penghematan sekitar 24% atau Rp100,50 juta selama 5 tahun. Penghematan tersebut berasal dari beberapa komponen biaya, termasuk biaya energi yang lebih rendah.

BACA JUGA:VinFast Resmikan Diler ke-41 di Nusa Tenggara Barat

Perhitungan ini juga mencakup biaya berlangganan baterai VinFast sehingga memberikan gambaran lebih komprehensif mengenai biaya operasional jangka panjang. Penghematan ini bukan sekadar pengurangan biaya bulanan. Bagi pemilik bisnis, penurunan biaya operasional dapat membantu perusahaan mencapai ROI positif lebih cepat, sehingga dana yang dihemat dapat dialihkan untuk investasi strategis lainnya. VinFast memahami bahwa kebutuhan mobilitas bisnis terus berkembang. Limo Green pun menawarkan solusi mobilitas ramah lingkungan yang membantu perusahaan beroperasi lebih efisien sekaligus mendukung tujuan keberlanjutan. Limo Green memiliki kabin luas serta jarak tempuh hingga 450 kilometer dalam sekali pengisian daya.

Kendaraan ini juga dilengkapi fast-charging, sehingga baterai dapat terisi dari 10% hingga 70% dalam 30 menit. Guna memudahkan pelaku usaha beralih ke mobilitas ramah lingkungan, VinFast menawarkan pengisian daya gratis selama tiga tahun hingga 31 Maret 2029 di lebih dari 4.300 titik pengisian daya V-GREEN di Indonesia. Selain itu, pemilik Limo Green mendapatkan jaminan nilai jual kembali hingga 80%, garansi kendaraan 7 tahun atau 160.000 kilometer, serta garansi baterai 10 tahun atau 200.000 kilometer.  

Bagi VinFast, transisi menuju mobilitas ramah lingkungan tidak lagi hanya didorong oleh teknologi atau harga pembelian. Elektrifikasi kendaraan menjadi peluang strategis untuk meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi biaya kepemilikan jangka panjang, serta memperkuat daya saing di tengah lingkungan bisnis yang semakin dinamis. 

Kategori :