“Keberlanjutan infrastruktur tidak hanya bergantung pada sumber energi, tetapi juga pada keandalan sistem dalam memastikan operasional tetap berjalan. Melalui solusi seperti Automatic Transfer Switch (ATS), ketika salah satu sumber listrik mengalami gangguan, sistem dapat beralih ke sumber lainnya sehingga kontinuitas pasokan energi tetap terjaga,” ujarnya.
Menyambut Masa Depan Energi Bersama Generasi Muda
Membicarakan keberlanjutan transformasi industri, tidak hanya berkutat pada inovasi, teknologi, kebijakan, dan efisiensi energi, serta pengelolaan infrastruktur. Keberlanjutan juga berarti mempertimbangkan masa depan industri energi dengan pembibitan generasi muda dan penyediaan platform sebagai jembatan antara talenta muda dan industri. Keterhubungan dengan sektor pendidikan bisa memberi ruang bagi pengetahuan, riset, dan inovasi untuk menjawab kebutuhan nyata yang diharapkan pelaku industri. IEE Series - Energy Week 2026 juga menjadi platform bagi keterhubungan tersebut, sekaligus memberi ruang yang lebih besar bagi peran generasi muda dalam perkembangan industri.
Kehadiran Daniyah Deluca dari PT Eco Energy Nusantara menjadi salah satu contoh talenta muda yang dapat membawa gagasan ke dalam persoalan industri secara konkret. Melalui pendekatan pemanfaatan biomassa kering dan limbah plastik non-daur ulang sebagai bahan bakar padat alternatif, Daniyah menunjukkan bahwa kontribusi generasi muda terhadap industri tidak berhenti pada kesiapan memasuki dunia kerja, tetapi juga dapat hadir melalui kemampuan melihat persoalan, mengembangkan inovasi, dan menawarkan pendekatan yang relevan bagi kebutuhan industri sekaligus keberlanjutan lingkungan.
“Bagi kami, sustainability berarti melihat limbah bukan sebagai beban, melainkan sebagai bagian dari solusi. Dengan mengolah biomassa kering dan limbah plastik non-daur ulang menjadi bahan bakar alternatif, kami berupaya mempertemukan kebutuhan pengelolaan lingkungan dengan ketahanan energi industri,” papar Daniyah.
Kehadiran generasi muda tersebut sejalan dengan kebutuhan untuk membangun hubungan yang lebih dekat antara perguruan tinggi dan dunia industri. Chairul Huda, Kepala Departemen Interdisiplin Keteknikan Fakultas Teknik Universitas Indonesia, mengatakan bahwa tantangan pendidikan tinggi kini tidak lagi semata-mata mengenai jumlah lulusan, melainkan mengenai dampak yang dapat mereka berikan.
“Tantangan dunia pendidikan saat ini telah bergeser; masyarakat tidak lagi sekadar menuntut kuantitas lulusan, melainkan dampak nyata. Kami ingin mencetak talenta yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga adaptif dan siap berinovasi. Dengan bekal kemampuan inovasi tersebut, para lulusan terbaru diharapkan mampu bersinergi secara strategis dengan dunia industri dan perusahaan global,” tegasnya.
BACA JUGA:Sukses Digelar Perdana, IEE Series Balikpapan Perkuat Kolaborasi Industri
Dengan demikian, kolaborasi kampus dan industri tidak hanya berlangsung dalam bentuk penyerapan lulusan, tetapi juga melalui pertukaran pengetahuan, riset, inovasi, dan pengalaman. Kampus menyediakan ruang bagi pengembangan pengetahuan dan talenta, sementara industri menghadirkan persoalan nyata yang dapat menjadi ruang penerapan dan pengujian gagasan. Di antara keduanya, generasi muda dapat mengambil posisi sebagai penghubung yang membawa pengetahuan ke dalam praktik sekaligus menghadirkan perspektif baru bagi perkembangan industri energi yang semakin membutuhkan inovasi dan keberlanjutan. Para calon young engineer dari berbagai universitas pun telah berpartisipasi aktif pada kegiatan keberlanjutan selama pameran IEE Series 2026 - Energy Week.
Keterlibatan banyak mahasiswa juga terlihat melalui antusiasme mereka pada program Student Visit di bawah tajuk Connecting the Disconnected , yang bertujuan untuk menghubungkan akademisi, peneliti, dan pelajar dengan industri dan asosiasi terkait secara langsung. Selama 4 hari pelaksanaan, Energy Week telah menghadirkan 403 pelajar dan mahasiswa dari 7 institusi pendidikan Secara resmi menutup Energy Week, rangkaian IEE Series 2026 akan berlanjut dengan penyelenggaraan Engineering Week pada tanggal 9-12 September 2026 di JIExpo Kemayoran. IEE Series 2026 - Engineering Week akan diselenggarakan di lahan seluas lebih dari 88.000 m² serta akan melibatkan lebih dari 1.600 peserta pameran.
Pameran ini akan mempertemukan berbagai sektor industri, yaitu Mining Indonesia, Oil & Gas Indonesia, Construction Indonesia, Concrete Show Southeast Asia, Water Indonesia, ADEXCO (Asia Disaster & Civil Protection Expo & Conference) , serta co-located shows GIFA - METEC Indonesia. Kunjungi www.iee- series.com untuk memperoleh informasi mengenai rangkaian acara, pameran, seminar, dan acara pendukung lain dalam gelaran IEE Series - Engineering Week 2026.