Pengamat industri Phạm Minh menilai bahwa manfaat dari kolaborasi tersebut jauh melampaui pengembangan tenaga kerja untuk satu perusahaan. Menurutnya, agar sebuah merek kendaraan listrik dapat berkembang secara berkelanjutan, sumber daya manusia harus menjadi “urat nadi” di seluruh rantai nilai, mulai dari penelitian dan pengembangan, manufaktur dan pengendalian kualitas, hingga layanan purnajual. Menurutnya, standardisasi pendidikan kendaraan listrik dapat membentuk generasi insinyur dengan “DNA teknis” yang sama dan lebih siap menghadapi perkembangan teknologi saat memasuki dunia kerja.
Nguyễn Văn Việt, yang telah bertahun-tahun melakukan penelitian di bidang transportasi, menilai langkah yang dilakukan VinFast memberikan manfaat yang lebih luas bagi industri dengan membantu mengurangi kesenjangan antara pembelajaran di ruang kelas dan kebutuhan industri.
“Model ini menciptakan nilai bagi ketiga pemangku kepentingan: perusahaan mendapatkan talenta yang sesuai dengan kebutuhan industri, institusi pendidikan dapat memperbarui kurikulum berdasarkan kebutuhan di lapangan, dan mahasiswa mendapatkan akses ke lebih banyak peluang karier berkualitas. Secara lebih luas, pendekatan ini akan membantu membangun fondasi sumber daya manusia yang kuat bagi perkembangan industri kendaraan listrik Vietnam secara berkelanjutan dalam jangka panjang," ujarnya.