International Battery Summit 2026 Dorong Penguatan Ekosistem Baterai Indonesia dan Percepatan Transisi Energi

Jumat 14-08-2026,17:18 WIB
Reporter : Bagus Rachmanto
Editor : Bagus Rachmanto

JURNALISID.COM - National Battery Research Institute (NBRI) bersama Pamerindo Indonesia dan Id Battery (Asosiasi Ekosistem Baterai Indonesia) kembali menyelenggarakan International Battery Summit (IBS) 2026, forum strategis yang mempertemukan pemerintah, pemimpin industri, akademisi, investor, peneliti, serta pemangku kepentingan nasional dan internasional untuk memperkuat pengembangan ekosistem baterai dan memperkuat peran Indonesia dalam transisi energi global.

Mengusung tema “Empowering the Energy Transition through Advanced Battery Technology, Renewable Energy, Storage & E-mobility”, IBS 2026 akan diselenggarakan pada 26–28 Agustus 2026 di JIEXPO Convention Centre & Theatre, Jakarta. IBS 2026 ditargetkan menghadirkan lebih dari 1.000 peseta, 100 pembicara, serta pemangku kepentingan dari lebih dari 35 negara yang mewakili pemerintah, pelaku industri baterai dan kendaraan listrik, akademisi, lembaga riset, investor, penyedia teknologi, hingga pelaku industri energi dan manufaktur. Platform ini dirancang untuk mendorong diskusi yang lebih komprehensif mengenai perkembangan teknologi baterai, manufaktur, bahan baku, penyimpanan energi, energi terbarukan, kendaraan listrik dan mobilitas, investasi, hingga pengembangan ekonomi sirkular dan pengelolaan baterai di akhir masa pakainya.

Memperkuat Posisi Indonesia dalam Ekosistem Baterai Global Indonesia memiliki potensi strategis untuk memperkuat perannya sebagai salah satu pemain penting dalam industri baterai global, didukung oleh modal di seluruh rantai nilai baterai, dari sumber daya mineral, pertumbuhan manufaktur, perkembangan ekosistem kendaraan listrik, serta peningkatan investasi di sektor baterai. Namun, pengembangan ekosistem yang kompetitif dan berkelanjutan juga membutuhkan penguatan riset dan inovasi, pengembangan SDM, infrastruktur, kebijakan yang mendukung, serta kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan.

Prof. Evvy Kartini, Research Professor di BRIN sekaligus Founder NBRI, menyampaikan bahwa penguatan riset, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem baterai nasional.

“Indonesia memiliki peluang yang sangat besar untuk mengambil peran strategis dalam industri baterai global. Namun, membangun ekosistem baterai yang kompetitif dan berkelanjutan tidak cukup hanya dengan mengandalkan sumber daya alam dan investasi. Indonesia perlu memperkuat riset, inovasi, dan penguasaan teknologi, membangun kolaborasi yang erat antara pemerintah, akademisi, industri, dan lembaga riset, serta mengembangkan sumber daya manusia yang profesional dan kompeten, ” ungkap Prof. Evvy., di Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Beliau juga menambahkan, “Kita juga perlu belajar dari pengalaman negara dan pelaku industri mancanegara yang telah berhasil membangun dan menjadi terdepan dalam industri baterai dan kendaraan listrik. Melalui IBS 2026, kami ingin menghadirkan para pemangku kepentingan nasional dan internasional dalam satu platform untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktik terbaik, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang dapat memperkuat daya saing Indonesia dalam ekosistem baterai global.”

BACA JUGA:Sukses Digelar Perdana, IEE Series Balikpapan Perkuat Kolaborasi Industri

Dengan sudut pandang yang sama, asosiasi juga menilai pengembangan industri baterai membutuhkan keterhubungan yang kuat antara seluruh pemangku kepentingan. Niko Chandra, Chairman Id Battery dan Co-Chair International Battery Summit 2026, menilai Indonesia memiliki momentum yang kuat untuk mengembangkan industri baterai yang terintegrasi dan berdaya saing global.

“Indonesia memiliki momentum yang sangat kuat untuk mengembangkan ekosistem baterai yang terintegrasi dan berdaya saing global. Namun, potensi ini perlu diimbangi dengan kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, industri, akademisi, investor, dan seluruh pemangku kepentingan. Sebagai asosiasi yang mewadahi ekosistem baterai nasional, ID Battery melihat IBS 2026 sebagai platform strategis untuk mempertemukan berbagai perspektif, membangun kemitraan, serta mendorong pembahasan konkret mengenai peluang dan tantangan industri baterai nasional. Kami berharap IBS 2026 dapat menjadi katalis utama dalam memperkuat kolaborasi dan mengakselerasi pertumbuhan industri baterai Indonesia secara berkelanjutan, ” ujar Niko.

IBS 2026 sebagai Platform Strategis Industri dan Investasi

Sebagai salah satu mitra penyelenggara IBS 2026, Pamerindo Indonesia melihat pentingnya menghadirkan platform yang mampu mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam satu ekosistem. IBS 2026 ini sekaligus merupakan rangkaian menuju The Battery Show Asia - Indonesia, yang merupakan bagian dari Energy Week - IEE Series 2026 pada 2-5 September 2026.

Max Bruinier, Senior Event Manager Pamerindo Indonesia, menyampaikan, “IBS 2026 dan The Battery Show Asia- Indonesia 2026 dirancang sebagai platform yang mempertemukan pemimpin industri, pembuat kebijakan, investor, akademisi, serta penyedia teknologi untuk saling bertukar pengetahuan dan mengeksplorasi peluang baru. Melalui kolaborasi bersama NBRI dan Id Battery, kami berkomitmen untuk memperkuat keterhubungan di antara para pelaku industri.”

Keterhubungan tersebut juga mencakup hubungan antara kebutuhan industri dengan riset, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia. Muhammad Firmansyah, Director of Business & Academy Development NBRI dan Executive Director Id Battery, menilai kebutuhan baterai ke depan semakin meluas, tidak hanya untuk kendaraan listrik tetapi juga untuk mendukung pengembangan energi terbarukan.

BACA JUGA:IEE Series 2026 Hadir Perdana di Balikpapan

“Masa depan industri baterai Indonesia akan sangat ditentukan oleh seberapa efektif kita menghubungkan kebutuhan industri dengan riset, inovasi, pengembangan talenta, dan peluang pasar. Kebutuhan baterai ke depan juga tidak hanya datang dari kendaraan listrik, tetapi semakin erat kaitannya dengan pengembangan energi terbarukan. Dengan target pengembangan PLTS hingga 100 GW, kebutuhan terhadap Battery Energy Storage System (BESS) menjadi semakin strategis untuk mengatasi intermitensi energi surya, menjaga keandalan sistem, serta mengoptimalkan pemanfaatan energi terbarukan. Karena itu, kolaborasi antara industri, akademisi, pemerintah, dan lembaga riset menjadi sangat penting agar teknologi BESS dan baterai yang dikembangkan mampu menjawab kebutuhan sistem energi nasional. IBS 2026 menjadi salah satu platform penting untuk memperkuat koneksi tersebut dan membuka peluang baru di seluruh ekosistem baterai dan energi, ” ungkap Firmansyah.

Kategori :