JURNALISID.COM - PT BYD Motor Indonesia kembali melanjutkan rangkaian BYD Tech Culture Fest (TCF) 2026 ke Bandung setelah sebelumnya hadir di Jakarta, Medan, Semarang, dan Surabaya. Berlangsung di Paskal 23 Bandung pada 15–19 Juli 2026, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen BYD untuk memperluas pemahaman masyarakat terhadap perkembangan elektrifikasi di Indonesia melalui perpaduan inovasi teknologi, budaya lokal, dan pengalaman langsung dalam mengeksplorasi teknologi New Energy Vehicle (NEV) Seiring dengan meningkatnya pertumbuhan pasar kendaraan energi baru di Indonesia, Jawa Barat memiliki peran strategis dalam mempercepat transisi menuju mobilitas berkelanjutan.
Sebagai salah satu pusat industri, perdagangan, pendidikan, dan ekonomi kreatif, dan hub untuk beberapa destinasi wisata, wilayah ini memiliki aktivitas mobilitas yang tinggi serta kebutuhan transportasi yang semakin beragam. Bandung, sebagai Ibukota Jawa Barat, menjadi lokasi yang relevan untuk memperluas edukasi mengenai elektrifikasi sekaligus memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk merasakan secara langsung inovasi teknologi NEV BYD yang ditopang oleh dua inovasi unggulan BYD yaitu EV dan Dual Mode (DM) yang sudah diperkenalkan untuk pasar Indonesia. Kehadiran BYD di Jawa Barat juga terus diperkuat melalui pertumbuhan basis pengguna dan perluasan jaringan layanan.
Saat ini, lebih dari 10.500 pengguna BYD telah menjadi bagian dari perkembangan ekosistem kendaraan energi baru di Jawa Barat, mewakili sekitar 50% dari total pasar kendaraan listrik di provinsi ini. Didukung oleh 15 showroom yang tersebar di berbagai wilayah. Ke depan, BYD menargetkan perluasan jaringan menjadi lebih dari 31 showroom, sehingga akses masyarakat terhadap produk, layanan, serta pengalaman kepemilikan kendaraan BYD dapat semakin mudah dan merata.
“Setelah sukses diselenggarakan di Jakarta, Medan, Semarang, dan Surabaya, kami sangat senang dapat melanjutkan perjalanan ini ke kota Bandung untuk mendekatkan teknologi kendaraan energi baru (NEV) kepada masyarakat. Melalui BYD Tech Culture Fest, kami ingin menghadirkan pendekatan yang lebih inklusif, edukatif, dan mudah diakses, sehingga semakin banyak masyarakat dapat merasakan secara langsung bagaimana teknologi ini mampu menghadirkan pengalaman mobilitas yang lebih aman, efisien, nyaman, dan relevan dengan kebutuhan sehari-hari,” ujar Luther T. Panjaitan, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, dalam siaran persnya, beberapa waktu lalu.
Melalui penyelenggaraan BYD Tech Culture Fest di Bandung, BYD menghadirkan ruang eksplorasi yang memungkinkan masyarakat tidak hanya melihat kendaraan, tetapi juga memahami teknologi yang menjadi fondasi pengembangannya. Berbagai pengalaman interaktif dirancang agar pengunjung dapat mengenal lebih dekat inovasi kendaraan energi baru BYD sekaligus memahami bagaimana teknologi tersebut dapat menjawab kebutuhan mobilitas sehari-hari.
Inisiatif ini juga menunjukkan tingginya penerimaan masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi sekaligus memperkuat posisi Jawa Barat sebagai salah satu wilayah penting dalam perkembangan ekosistem elektrifikasi di Indonesia. Pencapaian Tingkat Efisiensi Maksimal dari Uji Coba Langsung di Kawasan Jawa Barat Sebagai bagian dari penyelenggaraan kegiatan di Bandung, BYD juga menghadirkan rangkaian BYD M6 DM Media Test Drive yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk merasakan langsung kemampuan teknologi DM dalam berbagai kondisi perjalanan yang dibalut dengan konsep interaktif dalam sebuah kompetisi Media Challenges.
BACA JUGA:BYD Tech Culture Fest 2026 Hadir di Surabaya
Setelah sebelumnya pengujian dilakukan di Jakarta, Medan, Semarang dan Surabaya, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BYD untuk memperlihatkan bagaimana teknologi DM mampu menghadirkan efisiensi dan fleksibilitas dalam penggunaan nyata yang sesuai dengan kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia. Bersamaan dengan acara pembukaan Tech Culture Fest ini, BYD juga mengumumkan hasil uji coba yang dilakukan oleh rekan-rekan media Bandung yang telah menguji efisiensi berkendara BYD M6 DM dalam kondisi penggunaan nyata di wilayah Jawa Barat. Peserta menempuh rute yang dimulai dari kota Bandung, menuju Purwakarta melalui ruas tol, lanjutkan perjalanan ke kawasan dataran tinggi Ciater dengan karakter jalan yang menanjak dan berkelok, sebelum turun ke kawasan Lembang dan kembali masuk ke pusat Kota Bandung dengan total jarak sekitar 150-152 kilometer.
Berdasarkan hasil aktual perjalanan tersebut, peserta berhasil mencatat berbagai tingkat efisiensi penggunaan kendaraan. Tiga hasil terbaik yang tercatat dalam Media Challenge ini menunjukkan biaya total penggunaan kendaraan mulai dari Rp279/km, Rp265/km, hingga Rp262/km. Pencapaian tersebut menjadi gambaran nyata bagaimana teknologi DM pada BYD M6 DM mampu mengoptimalkan penggunaan energi di berbagai kondisi perjalanan, sekaligus menghadirkan solusi mobilitas yang efisien dan relevan untuk mendukung kebutuhan berkendara harian masyarakat Bandung maupun perjalanan lintas kota.
Luther menekankan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memperkenalkan inovasi teknologi DM sebagai solusi pelengkap dalam ekosistem elektrifikasi BYD di Indonesia. Antusiasme tinggi dari rekan-rekan media di Jawa Barat menjadi refleksi semakin besarnya perhatian terhadap inovasi yang mampu menghadirkan efisiensi sekaligus fleksibilitas untuk ragam mobilitas.
"Kami mengapresiasi antusiasme rekan-rekan media di Bandung yang telah mencoba secara langsung keandalan teknologi Dual Mode (DM) melalui kegiatan Media Challenge. Melalui pengujian dengan rute sekitar 150 kilometer yang melintasi berbagai karakter jalan di Jawa Barat, rekan-rekan media dapat merasakan langsung bagaimana BYD M6 DM menghadirkan pengalaman berkendara layaknya kendaraan listrik dengan efisiensi tinggi, sekaligus menjawab kebutuhan keluarga Indonesia akan MPV yang nyaman, lapang, dan siap digunakan untuk mobilitas harian maupun perjalanan jarak jauh ke beragam destinasi wisata. Hasil uji coba menunjukkan capaian yang sangat luar biasa, dengan konsumsi bahan bakar mencapai 144,5 km/liter, atau setara dengan Rp262 per kilometer. Untuk keseluruhan perjalanan sejauh sekitar 150–152 kilometer, rata-rata bahan bakar yang digunakan hanya berkisar 1 hingga 3 liter. Pengalaman ini semakin memperkuat keyakinan kami bahwa teknologi DM dapat menjadi solusi mobilitas yang efisien dan relevan untuk mendukung kebutuhan mobilitas harian masyarakat di Jawa Barat," ujar Luther.