Ketangguhan JETOUR T2 di Berbagai Medan untuk Perjalanan Mudik Lebaran

Minggu 22-03-2026,07:39 WIB
Reporter : Sarif Hidayatullah
Editor : Bagus Rachmanto

JURNALISID.COM - Menyambut mudik Lebaran, JETOUR Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pengalaman berkendara yang aman dan nyaman bagi konsumen. Pada momentum ini, JETOUR sekaligus menunjukkan ketangguhan SUV andalannya, JETOUR T2, melalui demonstrasi kekuatan struktur kendaraan yang mampu menahan beban lebih dari 350 kilogram dalam acara Media Iftar yang berlangsung di MGP Space, Jakarta.

“Bagi JETOUR, safety bukan sekadar fitur tambahan, tetapi menjadi fondasi utama. JETOUR T2 dibangun dengan struktur Hardtop Cage Body Monocoque yang menggunakan 80% high-strength steel, sehingga memberikan kekuatan dan stabilitas tinggi dengan kemampuan static load hingga 300 kilogram serta torsion rigidity mencapai 31.000 Nm/degree. Melalui demonstrasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa kekuatan tersebut bukan sekadar klaim, tetapi benar-benar menjadi fondasi keamanan dalam setiap perjalanan,” kata Moch Ranggy Radiansyah, Marketing Director PT JETOUR Sales Indonesia, melalui keterangan tertulisnya.

Selain struktur bodi yang kuat, JETOUR T2 juga dilengkapi berbagai teknologi yang dirancang untuk meningkatkan visibilitas dan keamanan berkendara. Salah satunya adalah 540° JETOUR Surround Vision yang memberikan pandangan menyeluruh di sekitar kendaraan, termasuk tampilan sasis transparan, sehingga membantu pengemudi bermanuver dengan lebih percaya diri.

Kendaraan ini juga dirancang dengan kemampuan Flood Ready & Terrain Ready untuk menghadapi beragam kondisi jalan selama perjalanan. Fitur Wading Radar memungkinkan kendaraan mendeteksi kedalaman air secara real time dan melintasi genangan hingga 700 mm, sementara ground clearance setinggi 220 mm membantu kendaraan melewati kondisi jalan yang tidak selalu dapat diprediksi.

BACA JUGA:JETOUR Indonesia Kenalkan Logo Baru sebagai Bagian dari Evolusi Merek Global

Untuk mendukung keselamatan selama perjalanan, JETOUR T2 juga dilengkapi ADAS Bosch Suite dengan radar generasi ke-5 dan kamera generasi ke-3 yang menghadirkan Level 2 Advanced Driver Assistance System. Teknologi ini membantu menjaga stabilitas kendaraan, mempertahankan jarak aman, serta memberikan berbagai fitur pendukung keselamatan berkendara.

“Jika melihat karakter perjalanan mudik di Indonesia, tantangan utamanya adalah volume kendaraan yang sangat besar dalam waktu bersamaan serta durasi perjalanan yang panjang. Banyak pemudik menempuh ratusan hingga ribuan kilometer tanpa jeda yang cukup, yang tentu meningkatkan risiko kelelahan. Ditambah lagi kondisi jalan yang sangat beragam, mulai dari tol hingga jalan pedesaan yang tidak selalu mulus. Karena itu, persiapan yang matang dari sisi pengemudi maupun kendaraan menjadi sangat penting agar perjalanan tetap aman dan nyaman,” ujar  Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu.

Setiap tahunnya, lebih dari seratus juta masyarakat Indonesia melakukan perjalanan mudik. Tahun ini, diproyeksikan sekitar 85% masyarakat akan menggunakan transportasi darat, sehingga kondisi lalu lintas diperkirakan menjadi jauh lebih padat dan kompleks. Melihat karakter perjalanan tersebut, kendaraan dengan struktur kokoh dan memiliki fitur safety yang memadai menjadi faktor penting dalam mendukung perjalanan jarak jauh yang aman dan nyaman.

Pada kesempatan ini, JETOUR Indonesia juga memperkuat identitas visual sebagai bagian dari evolusi merek global di Indonesia. Identitas baru tersebut menampilkan monogram modern “JT”, inisial dari JETOUR yang terinspirasi dari karakter Tiongkok “行” (xing) yang memiliki arti melangkah maju.
Identitas ini mencerminkan visi JETOUR sebagai merek yang lahir dari semangat perjalanan sekaligus komitmen untuk terus berinovasi. Karena bagi JETOUR, perjalanan bukan sekadar mencapai tujuan, tetapi juga memastikan setiap kilometer terasa aman, nyaman, dan penuh makna.

Selain itu, JETOUR juga menghadirkan Bengkel Siaga (Standby Workshop) yang akan menangani pemeriksaan maupun perbaikan ringan sesuai kebutuhan konsumen. Program Bengkel Siaga akan berlangsung pada 18 hingga 24 Maret 2026 (selama tujuh hari) dengan jam operasional 08.00 hingga 16.00 WIB.

Melalui kombinasi teknologi keselamatan, struktur kendaraan yang kokoh, serta layanan purna jual yang siap mendukung perjalanan konsumen, JETOUR ingin memastikan setiap perjalanan dan petualangan dimulai dengan rasa percaya diri.

Kategori :