JURNALISID.COM - Dalam industri otomotif global yang tengah mengalami transformasi besar, BYD menempatkan teknologi bukan sekadar sebagai keunggulan kompetitif, melainkan sebagai DNA yang membentuk seluruh arah pengembangannya. Sejak awal, BYD membangun setiap inovasi dengan satu prinsip utama bahwa teknologi harus menjawab kebutuhan masa depan yang lebih cerdas, lebih efisien, dan lebih berkelanjutan sesuai dengan semangat “Technological Innovation for a Better Life”.
DNA teknologi ini mendorong BYD untuk melampaui batas konvensional otomotif. Kendaraan tidak lagi dipahami sebagai kumpulan komponen, tetapi sebagai sistem cerdas yang dirancang untuk bekerja secara presisi, adaptif, dan berkelanjutan dalam kondisi nyata. Setiap pengembangan dimulai dari satu fondasi fundamental yaitu bagaimana teknologi dapat bekerja lebih cerdas bagi penggunanya, di setiap perjalanan dalam berbagai kondisi.
Sebagai perusahaan teknologi global, BYD mengintegrasikan riset, pengujian, dan keseluruhan proses produksi dalam satu ekosistem inovasi yang utuh. Pendekatan ini memungkinkan terjadinya lompatan teknologi bukan hanya peningkatan bertahap, di mana sistem penggerak, struktur kendaraan, dan kecerdasan kontrol dirancang secara simultan sebagai satu kesatuan yang saling menguatkan.
Komitmen terhadap DNA teknologi BYD tidak hanya tercermin pada kendaraan yang dihadirkan, tetapi juga melalui upaya membangun dialog dan edukasi publik. Melalui sesi Technology Talk yang secara konsisten digelar di berbagai perhelatan otomotif, BYD membuka ruang untuk memperkenalkan lebih jauh evolusi dan arah pengembangan teknologi kendaraan listriknya, termasuk pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026.
“Sebagai perusahaan teknologi global, BYD percaya bahwa masa depan mobilitas dibangun melalui lompatan teknologi. DNA BYD terletak pada kemampuan kami mengintegrasikan inovasi, kecerdasan sistem, dan rekayasa teknologi kendaraan dalam satu arsitektur yang dirancang untuk menghadirkan performa dan keselamatan secara konsisten. Pada sesi Technology Talk BYD hari ini, kami mengajak rekan-rekan untuk mengenal lebih jauh evolusi teknologi BYD, salah satunya adalah pengembangan e-Platform yang terus berevolusi dan menjadi landasan bagi berbagai terobosan kendaraan listrik BYD dari waktu ke waktu.” ujar Luther Panjaitan, Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, di IIMS 2026, Rabu (11/2/2026).
BACA JUGA:Diperkenalkan di IIMS 2026, ATTO 3 Advanced Plus Lengkapi Pilihan EV BYD di Indonesia
Dengan semangat tersebut, BYD terus menghadirkan pendekatan pengembangan kendaraan yang bersifat transformatif. Teknologi berfungsi sebagai fondasi yang mengatur aliran tenaga, menjaga stabilitas, dan mengoptimalkan respons kendaraan dengan tingkat presisi tinggi, bahkan dalam kondisi berkendara yang menuntut performa dan keselamatan lebih ekstrem. Fondasi ini kemudian diwujudkan dalam pengembangan platform kendaraan listrik generasi terbaru BYD
sebuah arsitektur terintegrasi yang menjadi tulang punggung inovasi performa, kendali, dan kecerdasan kendaraan. Pendekatan tersebut dikenal sebagai e-Platform, yang merepresentasikan DNA teknologi BYD dalam bentuk paling nyata.
Tiga Teknologi Inti dalam Inovasi e3 Platform
e3 Platform dikembangkan sebagai fondasi kendaraan listrik performa unggul yang menyeimbangkan tenaga, kendali, fleksibilitas, dan keselamatan. Implementasinya dapat dilihat pada Denza Z9 GT, yang sebelumnya dihadirkan di Indonesia sebagai unit display. Model ini merepresentasikan penerapan e3 Platform secara menyeluruh, bukan sebagai kumpulan sistem terpisah, melainkan sebagai arsitektur terintegrasi sejak tahap perancangan.
Keunggulan utama e3 Platform terletak pada konfigurasi tiga motor listrik independen yang mengatur distribusi tenaga dan torsi dengan presisi tingkat lanjut. Pendekatan ini memungkinkan fleksibilitas karakter berkendara, mulai dari akselerasi responsif hingga kestabilan optimal di berbagai kondisi jalan. Pada salah satu model unggulan Denza Z9 GT, konfigurasi tersebut menunjukkan bagaimana performa dapat dicapai dengan respons instan tanpa mengorbankan kontrol dan rasa aman.
Dari sisi struktur, e3 Platform mengadopsi teknologi Cell-to-Body (CTB), di mana baterai terintegrasi langsung ke dalam struktur bodi. Desain ini meningkatkan kekakuan torsional, sehingga mendukung presisi kemudi dan stabilitas saat bermanuver, sekaligus memperkuat perlindungan pada skenario tabrakan, termasuk frontal impact dan side pole impact. Untuk menunjang dinamika berkendara, e3 Platform dilengkapi Independent Rear Wheel Steering yang memungkinkan roda belakang berbelok secara independen.
BACA JUGA:BYD Hadirkan Terobosan Teknologi Terbaru di IIMS 2026
Pada kecepatan rendah, sistem ini memperkecil turning radius dan memudahkan manuver di ruang terbatas, sementara pada kecepatan maksimal meningkatkan stabilitas dan kepercayaan diri saat melaju atau berpindah jalur. Seluruh fungsi performa dan dinamika tersebut dikendalikan oleh Vehicle Motion Control yang memantau kondisi kendaraan secara real-time. Sistem ini secara aktif mengoordinasikan distribusi tenaga, pengereman, dan respons kendaraan guna menjaga kestabilan serta keselamatan dalam berbagai situasi, sehingga performa tetap dapat dimanfaatkan secara optimal.
Dari aspek kecerdasan kendaraan, e3 Platform dibekali sistem Intelligent Driving yang didukung 33 sensor berkendara dan dua sensor LiDAR. Kombinasi ini memungkinkan pemetaan lingkungan dengan akurasi , mendukung fitur seperti Compass Turning untuk parallel parking dan Narrow Road Parking. Selain itu, pengemudi juga dapat menyesuaikan karakter berkendara melalui pengaturan drifting pada motor belakang, memberikan kontrol respons yang lebih presisi sesuai preferensi.