JURNALISID.COM - Aroma optimisme kembali terasa di pasar saham PT Bank Neo Commerce Tbk, dengan ticker saham “BBYB”. Di tengah dinamika pasar awal tahun, PT Gozco Capital mengambil langkah strategis dengan menambah porsi kepemilikan di emiten bank dengan layanan digital tersebut hingga mendekati Rp100 miliar.
Berdasarkan laporan kepemilikan saham tertanggal 15 Januari 2026, Gozco Capital menambah 207 juta lembar saham BBYB dengan harga pembelian senilai Rp474 per sahamnya, sehingga total nilai transaksi tercatat sebesar Rp98,12 miliar. Aksi borong ini mengerek porsi Gozco Capital dari sebelumnya 7,76 persen menjadi 9,31 persen, setara dengan 1,24 miliar lembar saham.
Langkah strategis Gozco disebut sebagai sinyal kuat terhadap prospek positif Bank Neo Commerce di tahun 2026. Pasar pun bereaksi cepat. Saham BBYB ditutup menguat 5,49 persen ke level Rp500 per saham pada perdagangan Kamis (15/1), menandai respons positif investor terhadap penguatan fundamental bank yang sedang bertransformasi menuju fase pertumbuhan berikutnya.
“Kepercayaan yang terus tumbuh dari PT Gozco Capital mencerminkan semakin kuatnya keyakinan terhadap Bank Neo Commerce. Hal ini juga terbukti dari prestasi BNC, dimana per akhir Kuartal III 2025, BNC berhasil menorehkan prestasi sebagai bank dengan layanan digital dengan laba bersih tertinggi di antara bank-bank dengan layanan digital lainnya, dengan laba bersih senilai Rp464 miliar. Kami akan terus menjaga kinerja dan tata kelola yang baik sebagai pondasi pertumbuhan jangka panjang,” ujar Direktur Utama PT Bank Neo Commerce Tbk, Eri Budiono, melalui keterangan resminya, Senin (19/1/2026).
BACA JUGA:Bank Neo Commerce Paparkan Kinerja Terkini, Fondasi Pertumbuhan Berkelanjutan Semakin Kuat di 2025
Ia menambahkan, dukungan pemegang saham menjadi bukti nyata bahwa strategi BNC dalam memperkuat bisnis melalui pertumbuhan aset yang prudent, inovasi produk digital, dan pengelolaan risiko yang disiplin berjalan sesuai jalur.
Secara kinerja, Bank Neo Commerce mencatat perbaikan signifikan sepanjang 2025. Hingga akhir Kuartal III 2025, BNC menorehkan laba bersih Rp464 miliar, melonjak tajam dibandingkan Rp4,06 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Rasio profitabilitas pun meningkat, dengan ROA naik ke level 3,45 persen dari 0,03 persen, dan ROE melejit menjadi 16,96 persen dari 0,16 persen.
Dari sisi kualitas aset, rasio NPL gross membaik dari 3,72 persen menjadi 2,92 persen, sedangkan NPL net turun dari 0,99 persen menjadi 0,23 persen. Capaian ini mempertegas keberhasilan BNC menjaga portofolio kredit yang sehat dan memperkuat manajemen risiko.
Memasuki tahun 2026, Bank Neo Commerce juga memperkenalkan identitas korporasi baru dengan tagline “Satu Bank Banyak Tujuan”. Pembaruan ini menandai semangat baru perseroan untuk menghadirkan layanan keuangan digital yang inovatif, inklusif, dan berdampak nyata bagi kemajuan ekonomi Indonesia.
“Lima tahun perjalanan transformasi digital sudah kami lewati. Kini kami memperbarui semangat untuk terus tumbuh bersama masyarakat Indonesia melalui layanan keuangan yang semakin relevan dan bermanfaat,” tutup Eri.